• BALIKU

    BALIKU

    Pulau Bali atau yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata ini sungguh luar biasa pesona keindahannya juga kekayaan budayanya yang masih sangat kental yang melekat pada penduduknya. Tidak heran kalau Pulau Bali sangat terkenal di dunia

    Read More
  • SENI & BUDAYA BALI

    SENI DAN BUDAYA

    Kesenian pada masyarakat Bali merupakan satu kompleks unsur yang tampak amat digemari oleh warga masyarakatnya, sehingga tampak seolah-olah mendominasi seluruh kehidupan masyarakat Bali

    Read More
  • CERITA RAKYAT BALI

    CERITA RAKYAT BALI

    Kumpulan kisah dan legenda masyarakat Bali

    Read More
  • KULINER KHAS BALI

    KULINER KHAS BALI

    Cita rasa dan penampilan masakan Bali sering disebut seeksotis pemandangan pulau dewata itu. Jadi, tak heran jika sejumlah masakan khas Bali pun ikut menjadi ikon pariwisata

    Read More
  • KEUNIKAN BALI

    KEUNIKAN BALI

    Bali memiliki sejuta keunikan, baik bentangan alam maupun budayanya. Salah satu keunikan yang paling kuat adalah corak budayanya yang melekat pada seluruh aspek kehidupan msyarakat Bali

    Read More

Rabu, 01 Agustus 2012

TUMPEK WARIGE / TUMPEK PENGATAG / TUMPEK uduh


TUMPEK WARIGE / TUMPEK PENGATAG / TUMPEK uduh



Hari Tumpek Wariga / Tumpek Pengatag, atau lebih dikenal dengan Tumpek uduh merupakan salah satu perayaan umat Hindu Dharma di Bali, sebagai persembahan suci yang khusus ditujukan untuk menghormati semua jenis tanaman. Kegiatan ritual menggunakan kelengkapan sarana banten, rangkaian janur kombinasi bunga dan buah -buahan, dengan kekhususan bubuh sumsum, yakni bubur dari tepung ketan yang diberi warna hijau alami dari daun kayu sugih, ditaburi dengan parutan kelapa dan diberi gula merah. Makhluk hidup berasal dari makanan. Makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan. Tumbuh-tumbuhan berasal dari hujan. Hujan berasal dari yadnya. Yadnya itu adalah karma. SLOKA Bhagavad Gita ini mengingatkan kita bahwa tanpa tumbuh-tumbuhan semua makhluk bernyawa tidak dapat melangsungkan hidupnya di bumi ini. Mengapa? Karena bahan pokok makanan hewan dan manusia adalah tumbuh-tumbuhan. Adanya tumbuh-tumbuhan adalah yadnya dari bumi dan langit kepada semua makhluk hidup ini. Bumi memberikan tanah. Langit menurunkan hujan untuk berkembangnya tumbuh-tumbuhan. Mengapa bumi dan langit dapat berlaku demikian. Itulah hukum RTA yang diciptakan oleh Tuhan. Tuhan dalam kemahakuasaan-Nya menciptakan tumbuh-tumbuhan melalui hukum alamnya yang disebut Dewa Sangkara oleh para Resi. Karena itu, umat Hindu akan memuja Tuhan sebagai Dewa Sangkara untuk memohon kekuatan jiwa dan raga dalam mengembangkan tumbuh-tumbuhan. Pada zaman industri dewasa ini, sungguh tidak mudah mengembangkan upaya agar tumbuh-tumbuhan dapat berkembang seimbang sesuai dengan hukum ekologi. Manusia sebagai makhluk hidup yang paling serakah sering berbuat tidak adil kepada keseimbangan hidup tanaman tersebut. Untuk menumbuhkan sikap yang adil dan penuh kasih kepada tumbuh-tumbuhan, umat Hindu memohon tuntunan Dewa Sangkara sebagai manifestasi Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, umat Hindu di India memiliki "Hari Raya Sangkara Puja", sedangkan umat Hindu di Bali memiliki Tumpek Wariga sebagai hari untuk memuja Dewa Sangkara. Kemasan luar perayaan Sangkara Puja di India dan hari Tumpek Wariga di Bali tentunya berbeda, tetapi maknanya tidak berbeda . Kedua hari tersebut sebagai suatu proses ritual yang sakral untuk mengingatkan umat manusia agar selalu memohon tuntunan Tuhan dalam mengembangkan dan melindungi tumbuh-tumbuhan sebagai sumber makanan makhluk hidup yang paling utama. Di Bali pada zaman kerajaan ada Lontar Manawa swarga yang mencantumkan tentang perlindungan kepada tumbuh- tumbuhan. Dalam Lontar Manawa swarga disebutkan, barang siapa menebang pohon tanpa izin raja, maka akan dihukum denda lima ribu kepeng. Demikian juga dalam struktur pemerintahan kerajaan ada satu departemen yang mengelola tanaman yang disebut Menetri Juru Kayu. Mungkin mirip menteri pertanian dan kehutanan dewasa ini. TUMPEK WARIGE / TUMPEK PENGATAG / TUMPEK uduh akan di peringati pada tanggal 4 agustus 2012 oleh umat Hindu di Bali. pada hari tersebut akan di laksanakan persembahyangan di setiap pura - pura.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar